Toleransi Umat Beragama di Kampung Mulyo Haji
Kampung Mulyo Haji, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah, dikenal sebagai desa yang menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama. Masyarakat yang mayoritas beragama Islam dan sebagian beragama Kristiani hidup berdampingan secara harmonis, saling menghormati tradisi, serta mendukung satu sama lain dalam kehidupan sehari-hari.
Wujud nyata toleransi ini terlihat dalam berbagai kegiatan bersama, salah satunya doa bersama lintas agama yang diadakan pada momen-momen penting, seperti menyambut hari besar nasional, peringatan HUT Kemerdekaan RI, atau saat desa menghadapi situasi tertentu yang memerlukan dukungan moral dan spiritual seluruh warga.
Dalam kegiatan tersebut, tokoh agama Islam memimpin doa sesuai ajaran Islam, sementara tokoh Kristiani memimpin doa sesuai ajaran Kristen, dengan suasana penuh rasa hormat dan saling menghargai. Semua warga hadir tanpa memandang perbedaan keyakinan, duduk bersama, dan mengucapkan harapan yang sama untuk kemajuan, keamanan, dan keberkahan Kampung Mulyo Haji.
Melalui kegiatan ini, terjalin rasa persaudaraan yang kuat antarwarga, membuktikan bahwa perbedaan agama bukanlah penghalang untuk membangun kebersamaan. Toleransi dan persatuan menjadi pondasi penting bagi kemajuan desa, sehingga Mulyo Haji tetap menjadi tempat yang damai dan sejahtera bagi semua warganya.